
BANGKALAN — Persatuan Alumni Sekolah Muhammadiyah Indonesia (PASMI) Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menggelar seminar bertajuk “Upgrade Diri Sejak Semester Satu: Bertumbuh, Berkemajuan, dan Berkontribusi dalam Semangat Kemuhammadiyahan” di Nokira Cafe, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru UTM yang merupakan alumni sekolah Muhammadiyah untuk bertemu dan membangun relasi sejak awal masa perkuliahan.
Sekitar 45 peserta mengikuti kegiatan yang menghadirkan Ayik Fena Emilda, S.Pd., mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) UTM, sebagai pemateri. Seminar membahas pengembangan diri mahasiswa, mulai dari mengenali potensi, mengembangkan keterampilan, mengatur waktu, hingga membangun relasi.
Ketua PASMI UTM, Adit, menyampaikan apresiasi kepada peserta yang telah hadir. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan sekaligus memperluas pertemanan di lingkungan UTM.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan yang bisa diterapkan dalam kehidupan mahasiswa,” ujar Adit.
Pertemuan mahasiswa baru alumni sekolah Muhammadiyah menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para peserta memiliki latar belakang sekolah Muhammadiyah yang berbeda sehingga seminar menjadi ruang untuk saling mengenal dan membangun komunikasi di lingkungan kampus.
Ayik Fena Emilda dalam penyampaian materi menekankan pentingnya mahasiswa mengenali diri sejak awal perkuliahan. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu mengembangkan kemampuan dan pengalaman selama menjalani masa kuliah.
Mahasiswa juga didorong untuk berani mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman. Pengalaman mengikuti kegiatan, berinteraksi dengan orang lain, dan mengembangkan keterampilan dapat membantu mahasiswa menemukan serta mengasah potensi yang dimiliki.
Selain pengembangan diri, Ayik membahas pentingnya membangun relasi sejak masa kuliah. Relasi dapat menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, belajar dari lingkungan, dan membuka kesempatan untuk berkembang.
“Relasi yang dibangun sejak masa kuliah bukan hanya tentang menambah kenalan, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, mengembangkan soft skill, dan membuka lebih banyak kesempatan untuk berkembang,” ujar Ayik.
Seminar PASMI UTM tidak hanya menjadi ruang berbagi ilmu, tetapi juga mempertemukan mahasiswa baru yang memiliki latar belakang sekolah Muhammadiyah. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya relasi antarmahasiswa untuk saling mendukung selama menjalani kehidupan akademik di UTM.
Penulis: Eka Ilmiyatun Nisa
